Jurnalpristiwa.com | Tangerang – Dengan menurunkan ratusan aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP, Perwakilan PT Gradya Murni Utama Meilina dan Advocat Dr.C.M.Firdaus Oiwobo, berhasil mengeksekusi sebuah rumah yang berdiri di atas lahan milik PT Gradya Murni Utama yang berlokasi di perumahan kemuning permai, Desa Jeungjing Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang, Eksekusi dilaksanakan pada Kamis, 25 juni 2026 setelah lama dinanti.
Sabtu 27 juni 2026 hari ke 3 penertiban dan pengembalian fungsi lahan yang dikuasai keluarga Kasudin, Perwakilan PT Gradya Murni Utama Meilina Tourisina yang akrab disapa mamih Lina berpesan agar dalam proses penurunan kubah musolah supaya di bungkus/dibalut dengan kain putih
Meilina terlihat tak kuasa menahan tangis haru saat menyampaikan arahan. Ia mengaku sangat tidak tega melihat proses tersebut, namun hal itu menjadi bagian dari tugas dan kewenangannya sebagai kuasa pengelola lahan.
“Saya juga mengerti nilai-nilai agama dan rasa hormat terhadap tempat ibadah. Sungguh hati saya terasa berat, namun ini adalah tugas yang dijalankan sesuai aturan hukum yang berlaku,” ucapnya dengan nada terharu.
Meilina secara tegas meminta agar kubah yang menjadi lambang kesucian, dengan bentuk bulan dan bintang, tidak diturunkan secara sembarangan maupun kasar. Kubah ini harus diturunkan dengan sangat hati-hati dan penuh rasa hormat. Bungkuslah dengan kain putih yang melambangkan kesucian, agar tidak terinjak atau hancur. Saya mewakili pihak PT Gradya Murni Utama, dengan tegas menyatakan tidak mengizinkan kubah tersebut dirusak atau diperlakukan tidak pantas,” tegasnya.
Lebih lanjut Meilina, proses ini dilakukan bukan untuk menyinggung perasaan warga atau merendahkan nilai agama, melainkan semata-mata untuk menertibkan batas kepemilikan lahan. Adapun penurunan kubah tersebut di putuskan setelah memastikan pada masyarakat sekitar bahwa bangunan tersebut bukanlah tempat ibadah bersama melainkan tempat ibadah pribadi dari penghuni lahan dan tidak beizin. Sikap yang ditunjukkan ini mendapatkan apresiasi, karena tetap menjaga nilai kemanusiaan serta rasa hormat terhadap keyakinan dan kesucian yang dijunjung tinggi bersama.,” tutup Meilina
Dalam proses penurunan kubah musolah disaksikan RT setempat dan berlangsung dengan khidmat, tenang, dan terkendali. Semua pihak sepakat untuk menjaga ketertiban serta mencari jalan terbaik yang dapat diterima oleh semua pihak demi menjaga kerukunan di lingkungan masyarakat.
Penulis : Amru







Komentar