Jurnalpristiwa.com | Kabupaten Tangerang – Usai rapat paripurna HUT ke-394 Kabupaten Tangerang di gedung DPRD Kabupaten Tangerang, BEM UNTARA (Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Tangerang Raya) bersama aliansi mahasiswa kabupaten Tangerang melakukan aksi penyampaian kritik terkait sejumlah persoalan daerah, Selasa 13/10/2026
Para mahasiswa membawa dan mencoba menyerahkan dokumen ringkasan/evaluasi kebijakan yang menekankan bahwa pembangunan infrastruktur seharusnya berorientasi pada keselamatan, kelancaran lalu lintas, dan mobilitas warga, bukan sekadar panjang ruas jalan yang dibangun.
Tiga perwakilan mahasiswa sempat melakukan aksi masuk/terobosan ke area gedung DPRD untuk menyampaikan orasi dan tuntutan tersebut di tengah momentum peringatan HUT ke 394 Kabupaten Tangerang
Farhan Rafiki salah satu perwakilan mahasiswa mengatakan,” Mahasiswa menilai keberhasilan pembangunan jalan dan infrastruktur tidak cukup diukur dari panjang fisiknya saja, melainkan harus berdampak langsung pada keselamatan, kelancaran lalu lintas, serta mobilitas warga,” ujarnya
” Kelompok mahasiswa juga mendesak evaluasi terhadap kapasitas fiskal serta transparansi anggaran pendapatan dan belanja (APBD) baik di tingkat kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Banten
Lanjut Farhan, selama 500 tahun Banten Berdiri, Fiskal Banten di Grogoti, dari tahun ke tahun Andra Soni selaku gubernur Banten tidak bisa menaikan fiskal sama sekali, setiap tahun APBD di provinsi Banten selalu menurun,” tutupnya







Komentar